• Document: INDENTIFIKASI INDIKATOR KEMAMPUAN KOMUNIKASI MATEMATIS SISWA DALAM MENYELESAIKAN SOAL MATEMATIKA BERJENJANG PADA TIAP-TIAP JENJANGNYA
  • Size: 243.85 KB
  • Uploaded: 2019-07-20 14:23:33
  • Status: Successfully converted


Some snippets from your converted document:

INDENTIFIKASI INDIKATOR KEMAMPUAN KOMUNIKASI MATEMATIS SISWA DALAM MENYELESAIKAN SOAL MATEMATIKA BERJENJANG PADA TIAP-TIAP JENJANGNYA Sudi Prayitno, St. Suwarsono, dan Tatag Yuli Eko Siswono Mahasiswa S3 Pendidikan Matematika Univesitas Negeri Surabaya, Universitas Sanata Dharma Yogyakarta, Universitas Negeri Surabaya E-mail: sudiunram@gmail.com ABSTRAK: Komunikasi matematis merupakan salah satu kemampuan penting yang harus dikembangkan dalam pembelajaran matematika, namun kenyataannya kemampuan ini sering terabaikan. Komunikasi matematis merupakan kesanggupan siswa dalam memahami, menyatakan dan menafsirkan gagasan matematika secara baik lisan maupun tertulis. Selain itu, komunikasi matematis juga memuat kemampuan menggunakan pendekatan bahasa dan representasi matematika. Soal- soal matematika dapat dibuat secara berjenjang yang meliputi (1) mengeksplorasi dan mengingat kembali: fakta, prinsip, dan konsep, (2) mempraktekkan latihan dan keterampilan, (3) memecahkan masalah, dan (4) menginvestigasi. Hasil ujicoba lapangan pada siswa SMP melaporkan bahwa pada tiap-tiap jenjang soal matematika yang diujikan membutuhkan kemampuan komunikasi matematis yang berbeda-beda. Secara umum diperoleh hasil identifikasi bahwa semakin tinggi jenjang soal matematika, semakin banyak pula kemampuan-kemampuan komunikasi matematis yang dieksplorasi oleh siswa. Kata kunci: identifikasi, indikator, komunikasi matematis, siswa SMP, soal matemat- ika berjenjang. Komunikasi matematis merupakan masalah dan menerjemahkan soal ke- salah satu kemampuan yang harus hidupan sehari-hari ke dalam model ma- dibekalkan kepada siswa dalam pendidikan tematika. Ini menunjukkan bahwa kemam- di Indonesia seperti disebutkan dalam puan komunikasi dan pemecahan masalah Peraturan Pemerintah Nomor 19 tahun matematika siswa masih kurang baik. 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan Demikian pula Izzati (2010) mendapatkan (Depdiknas, 2006). Hal ini juga tercantum gambaran lemahnya kemampuan komu- dalam dokumen Standar Proses Pendidikan nikasi siswa dikarenakan pembelajaran Matematika di Amerika Serikat, yang matematika selama ini masih kurang meliputi (1) pemecahan masalah, (2) memberi perhatian terhadap pengem- penalaran dan bukti, (3) komunikasi, (4) bangan kemampuan ini. Hal yang sama koneksi, dan (5) representasi (NCTM, juga ditemukan oleh Kadir (2010) bahwa 2000). kemampuan komunikasi matematis siswa Hasil penelitian menunjukkan SMP di pesisir masih rendah, baik ditinjau bahwa kemampuan komunikasi matematis dari peringkat sekolah, maupun model siswa Indonesia masih kurang baik. Shadiq pembelajaran. Mengingat akan pentingnya (2007) mendapati kenyataan bahwa di be- kompetensi komunikasi matematis bagi berapa wilayah Indonesia yang berbeda, siswa, namun faktanya kompetensi ini be- sebagian besar siswa mengalami kesulitan lum memadai, maka perlu dilakukan dalam menyelesaikan soal-soal pemecahan penelitian yang mendalam tentang profil 384 385, KNPM V, Himpunan Matematika Indonesia, Juni 2013 kemampuan komunikasi matematis siswa haman. Melalui komunikasi, gagasan dapat dalam menyelesaikan masalah matematika. digambarkan, diperbaiki, didiskusikan, dan Masalah atau soal dalam matemat- dikembangkan. Baroody (1993) menya- ika mempunyai beberapa tipe dan tingkat, takan kemampuan komu-nikasi merupakan sesuai dengan jenjang berpikir yang salah satu aspek penting agar siswa berkembang pada diri setiap siswa. Vui mempunyai kemampuan pemecahan (2007) menjenjangkan soal matematika masalah matematika. berdasarkan tingkat pemikiran siswa dalam Dari pendapat-pendapat di atas empat tingkatan, dari terendah sampai dapat disimpulkan bahwa komunikasi tertinggi yaitu (1) mengeksplorasi dan matematis adalah suatu cara siswa untuk mengingat fakta, prinsip, dan prosedur, (2) menyatakan dan menafsirkan gagasan- mempraktikan latihan dan keterampilan, gagasan matematika secara lisan maupun (3) memecahkan masalah, dan (4) investi- tertulis, baik dalam bentuk gambar, tabel, gasi. Penjejangan soal matematika ber- diagram, rumus, ataupun demonstrasi. dasar tingkat pemikiran ini tidak berbeda Aspek-aspek dalam kemampuan jauh dari jenjang kognitif Bloom maupun komunikasi matematis telah dikaji oleh revisinya. NCTM (2000) dalam Principles and Matematika merupakan salah satu Standards for School Math

Recently converted files (publicly available):