• Document: PEDOMAN DIAGNOSTIK PPDGJ-III
  • Size: 464.02 KB
  • Uploaded: 2019-07-10 23:57:23
  • Status: Successfully converted


Some snippets from your converted document:

PEDOMAN DIAGNOSTIK dari PPDGJ-III  Pedoman diagnostik disusun berdasarkan atas jumlah dan keseimbangan gejala-gejala, yang biasanya ditemukan pada kebanyakan kasus untuk menegakkan suatu diagnosis pasti. Pedoman ini disusun sedemikian rupa agar luwes dalam penggunaan untuk menetapkan diagnosis dalam klinik, misalnya pada pencantuman lamanya gejala, ini dimaksudkan sebagai suatu petunjuk umum dan bukan merupakan persyaratan yang ketat. Para klinisi selayaknya menggunakan penilaian mereka sendiri tentang pemilihan diagnosa yang cocok, bila lamanya gejala itu lebih panjang atau lebih pendek dari yang telah ditentukan.  Apabila syarat-syarat yang tercantum dalam pedoman diagnostik dapat terpenuhi, maka diagnosis dapat dianggap pasti. Namun bila hanya sebagian saja terpenuhi, maka diagnosis masih bermanfaat direkam unutk berbagai tujuan. Keadaan ini sangat tergantung kepada pembuat diagnosis dan para pemakai lainnya untuk menetapkan apakah akan merekam suatu diagnosis pasti atau diagnosis dengan tingkat kepastian yang lebih rendah ( misalnya : diagnosis sementara, bila masih akan ada informasi tambahan, atau diagnosis tentatif, bila informasi tersebut tidak akan diperoleh lagi).  Deskripsi klinis dari pedoman diagnostic ini tidak mengandung implikasi teoritis, dan bukan merupakan pernyataan yang komprehensif mengenai tingkat pengetahuan yang mutakhir dari gangguan tersebut. Pedoman ini hanya merupakan suatu kumpulan gejala dan konsep yang telah disetujui oleh sejumlah besar pakar dan konsultan dari berbagai negara, untuk dijadikan dasar yang rasional dalam memberikan batasan terhadap kategori-kategori diagnosis dan diagnosis gangguan jiwa.  Disarankan agar para klinisi mengikuti anjuran umum untuk mencatat sebanyak mungkin diagnosis yang mencakup seluruh gambaran klinis. Bila mencantumkan lebih dari satu diagnosis, diagnosis utama diletakkan paling atas dan selanjutnya diagonis lain sebagai tambahan. Diagnosis utama dikaitkan dengan kebutuhan tindakan segera atau tuntutan pelayanan terhadap kondisi pasien saat ini atau tujuan lainnya. Bila terdapat keraguan mengenai urutan untuk merekam beberapa diagnosis, atau pembuat diagnosis tidak yakin tentang tujuan unutk apa informasi itu akan digunakan, agar mencatat diagnosis menurut urutan numerik dalam klasifikasi F00 – F09 GANGGUAN MENTAL ORGANIK (TERMASUK GANGGUAN MENTAL SIMTOMATIK) F00 DEMENSIA PADA PENYAKIT ALZHEIMER F00.0 Demensia pada penyakit Alzheimer dengan onset dini F00.1 Demensia pada penyakit Alzheimer dengan onset lambat F00.2 Demensia pada penyakit Alzheimer, tipe tak khas atau tipe campuran F00.9 Demensia pada penyakit Alzheimer YTT F01 DEMENSIA VASKULER F01.0 Demensia vaskuler onset akut F01.1 Demensia multi-infark F01.2 Demensia vaskular subkortikal F01.3 Demensia vaskular campuran kortikal dan subkortikal F01.8 Demensia vaskular lainnya F01.9 Demensia vaskular YTT F02 DEMENSIA PADA PENYAKIT LAIN YDK F02.0 Demensia pada penyakit Pick F02.1 Demensia pada penyakit Creutzfeldt-Jakob F02.2 Demensia pada penyakit Huntington F02.3 Demensia pada penyakit Parkinson F02.4 Demensia pada penyakit Human Immunodeficiency Virus (HIV) F02.8 Demensia pada penyakit lain YDT YDK F03 DEMENSIA YTT Karakter kelima dapat digunakan unutk menentukan demensia pada F00 – F03 sebagai berikut : .x0 Tanpa gejala tambahan .x1 Gejala lain, terutama waham .x2 Gejala lain, terutama halusinasi .x3 Gejala lain terutama depresi .x4 Gejala campuran lain F04 SINDROM AMNESIK ORGANIK BUKAN AKIBAT ALKOHOL dan ZAT PSIKOAKTIF LAINNYA F05 DELIRIUM BUKAN AKIBAT ALKOHOL dan ZAT PSIKOAKTIF LAINNYA F05.0 Delirium, tak bertumpang tindih dengan demensia F05.1 Delirium, bertumpangtindih dengan demensia F05.8 Delirium lainnya F05.9 Delirium YTT F06 GANGGUAN MENTAL LAINNYA AKIBAT KERUSAKAN dan DISFUNGSI OTAK dan PENYAKIT FISIK F06.0 Halusinosis organik F06.1 Gangguan katatonik organik F06.2 Gangguan waham organik (lir-skizofrenia) F06.3 Gangguan suasana perasaan (mood [afektif]) organik .30 Gangguan manik organik .31 Gangguan bipolar organik .32 Gangguan depresi organik .33 Gangguan afektif organik campuran F06.4 Gangguan anxietas organik F06.5 Gangguan disosiatif organik F06.6 Gangguan astenik organik F06.7 Gangguan kognitif ringan F06.8 Gangguan mental lain YDK akibat kerusakan dan disfungsi otak dan penyakit fisik F06.9 Gangguan mentalYTT akibat kerusakan dan disfungsi otak dan penyakit fisik F07 GANGGUAN KEPRIBADIAN dan PERILAKU AKIBAT PENYAKIT, KERUSAKAN dan DISFUNGSI OTAK

Recently converted files (publicly available):