• Document: BAB II JARINGAN AKSES TEMBAGA DAN SERAT OPTIK
  • Size: 633.83 KB
  • Uploaded: 2019-07-16 13:57:39
  • Status: Successfully converted


Some snippets from your converted document:

BAB II JARINGAN AKSES TEMBAGA DAN SERAT OPTIK 2.1 Umum Jaringan lokal akses tembaga kapasitasnya sangat terbatas untuk memberikan layanan multimedia, karena kabel tembaga memiliki keterbatasan bandwidth dan kecepatan transmisi. 2.2 Jaringan Lokal Akses Tembaga Jaringan lokal akses tembaga adalah suatu jaringan kabel telepon dari bahan tembaga yang dipasang/ditarik dan dipergunakan untuk menghubungkan pesawat- pesawat pelanggan dengan sentral lokal yang bersangkutan. JARLOKAT (Jaringan Lokal Akses Tembaga) merupakan bentuk jaringan akses yang konfigurasinya dimulai dari terminal blok vertikal pada rangka pembagi utama Main Distribution Frame (MDF), baik yang hanya menggunakan tembaga sebagai media akses maupun adanya tambahan perangkat lain yang bertujuan untuk meningkatkan unjuk kerjanya. Secara umum sistem jaringan telekomunikasi terdiri dari jaringan konvensional yang di tarik mulai dari sentral, MDF, melalui kabel primer sampai dirumah kabel (RK) yang dilanjutkan dengan kabel sekunder sampai di distribution point (DP) dan dilanjutkan dengan kabel penanggal (droop wire) sampai di kotak terminal batas (KTB) dan dilanjutkan dengan instalasi kabel rumah (IKR) sampai ke roset dan pesawat telepon. Gambar struktur jaringan lokal akses tembaga ditunjukkan pada Gambar 2.1 [8]. 19 Gambar 2.1. Struktur Jaringan Lokal Akses Tembaga Adapun struktur jaringan lokal akses tembaga adalah sebagai berikut : 1. STO ( Sentral Telepon Otomat) 2. Kabel Primer 3. RK ( Rumah Kabel ) 4. Kabel Sekunder 5. Kotak pembagi atau DP (Distribution Point) 6. Kabel penanggal (Drop Wire) 7. KTB (Kotak Terminal Batas ) 8. IKR ( Instalasi Kabel Rumah ) 2.2.1 STO STO atau sering disebut MDF adalah susunan rangka dari plat logam yang digunakan sebagai tempat menginstalasi terminal- terminal sebagai titik sambung ujung kabel kearah jaringan dan kearah sentral dapat dilihat pada Gambar 2.2. 20 MDF merupakan tahapan perantara (interface) antara ujung- ujung saluran langganan dan peralatan penyambung dari sentralnya [8]. Gambar 2.2 Sentral Telepon Otomat 2.2.2 Kabel Primer Jaringan kabel primer dengan kapasitas besar (maksimum 2400 pasang dan minimum 200 pasang) dipasang dari terminal RPU (Rangka Pembagi Utama) sampai ke terminal pada RK. Kabel primer yang ada mempunyai kapasitas maksimum 2400 pasang dengan diameter 0,4 mm (Foam Skin Cable). Untuk STO kapasitas besar kapasitas primer ditanam langsung atau dipasang menggunakan polongan (system duct). Kabel primer dapat dilihat pada Gambar 2.3. 21 Gambar 2.3 Kabel Primer 2.2.3 RK Rumah Kabel (Kabinet) biasanya terletak dipinggir jalan yang merupakan pertemuan antara kabel primer dengan kabel sekunder dapat dilihat pada Gambar 2.4. RK mempunyai fungsi sebagai tempat penyambungan antara kabel primer dengan kabel sekunder, tempat melaksanakan pengetesan untuk melokalisir gangguan, dan tempat melaksanakan penjumperan antara terminal blok disisi primer dengan terminal blok disisi sekunder. Gambar 2.4 RK (Rumah Kabel) 22 Cakupan rumah kabel atau Cross Connect Cabinet (CCC) ditentukan oleh batas- batas geografi seperti sungai, jalan besar dan lain- lain. Tempat jika tidak spesifik, maka disesuaikan dengan batas kapasitas RK tersebut. Umumnya satu RK digunakan untuk maksimum 900 pelanggan. Kapasitas maksimum kabel primer dan sekunder dalam RK ditunjukkan pada Tabel 2.1 [8]. Tabel 2.1 Kapasitas Maksimum Kabel Primer dan Sekunder Dalam RK Ukuran RK Kapasitas Maksimum Kapasitas Maksimum Primer Sekunder 2400 900 1200 1600 600 800 1200 400 600 800 300 400 2.2.4 Kabel Sekunder Jaringan kabel sekunder berkapasitas lebih kecil dari kabel primer (maksimum 200 pasang dan minimum 10 pasang) dipasang dari terminal RK sampai ke KP atau terminal Titik Pembagi Atas Tanah (TPAT) atau Titik Pembagi Bawah Tanah (TPBT). Kapasitas maksimum 200 pasang, dengan diameter urat bervariasi mulai 0. mm sampai dengan 0.8 mm. Kabel sekunder dipasang dengan cara tanam langsung atau atas tanah (kabel udara). Kapasitas sekunder biasanya bervariasi 1.1 sampai dengan 1.5 dari kapasitas kabel primer. 23 2.2.5 Kotak Pembagi atau DP (

Recently converted files (publicly available):