• Document: TEKNOLOGI PENGOLAHAN DAN PEMURNIAN NIKEL. Siti Rochani dan Nuryadi Saleh
  • Size: 2.37 MB
  • Uploaded: 2019-07-16 08:25:46
  • Status: Successfully converted


Some snippets from your converted document:

Topik Utama TEKNOLOGI PENGOLAHAN DAN PEMURNIAN NIKEL Siti Rochani dan Nuryadi Saleh Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Mineral dan Batubara "tekMIRA" rochani@tekmira.esdm.go.id SARI Indonesia tercatat sebagai negara ketiga yang mempunyai potensi nikel laterit. Saat ini, produk tambang nikel laterit kebanyakan dijual ke luar negeri, namun dengan terbitnya UU No 4 Tahun 2013, yang mengharuskan pengolahan dan pemurnian dilakukan di dalam negeri. Beberapa investor telah merencanakan melakukan pemrosesan bijih laterit di dalam negeri. Pengolahan bijih nikel laterit sangat tergantung dari karakteristik mineral, diklasifikasikan dalam dua jenis yaitu limonit dan saprolit. Mineral limonit dicirikan berkadar Fe tinggi, MgO rendah, SiO2 rendah. Proses pengolahannya tergantung dari keberadaan mineral lempung namun pada umumnya diolah dengan HPAL, heap leaching dan Caron process. Produk dari proses-proses tersebut adalah dapat berupa logam Ni, MHP (mixed hidrated procepitated), MSP (mixed sulfide precipitated) dan garam-garam nikel. Sedangkan saprolit adalah mineral silikat dari bijih nikel laterit yang dicirikan dengan kandungan Fe yang rendah diolah dengan proses pirometalurgi menjadi produk FeNi dan mate nikel. Di Cina berkembang produk NPI (nickel pig iron) yang dapat digunakan sebagai bahan baku dalam pembuatan baja stainless seri 200, NPI dibuat dengan menggunakan tungku tegak dari bijih limonit dan menggunakan kokas sebagai sumber energi. Energi merupakan salah satu permasalahan dalam peningkatan nilai tambah, bijih nikel laterit. Pengembangan teknologinya yang tidak menggunakan energi listrik mutlak diperlukan. Penggunaan batubara dan gas alam menjadi alternatif sebagai sumber energi baik untuk proses reduksi maupun proses peleburannya, seperti ShenWu technology Cina mengembangkan teknologi reduksi dalam tungku RHF (rotary hearth furnace) dan peleburan dalam gas smelter furnace berbahan bakar gas hasil gasifikasi batubara atau gas alam, untuk menghasilkan Fe-Ni berkadar 9% dari bijih nikel laterit berkadar 1,5% Ni. Peningkatan nilai tambah mineral dapat dilakukan melalui pemrosesan bijih nikel serta pemanfaatan sisa pengolahan mineral, ektraksi logam berharga lainnya dan selanjutnya melakukan pemrosesan sampai produk siap pakai seperti baja. Kata kunci : bijih nikel, saprolit, limonit, pirometalurgi, hidrometalurgi 1. LATAR BELAKANG New Caledonia dan Filipina. Terindikasi cadangan sebanyak 1.576 juta ton laterit dari total Potensi nikel di Indonesia termasuk menjadi sumber daya 3900 juta ton, yang terkonsentrasi unggulan dunia karena tercatat sebagai negara di pulau Sulawesi, Maluku dan Papua. ketiga yang mempunyai cadangan laterit setelah Teknologi Pengolahan dan Pemurnian Nikel ; Siti Rochani dan Nuryadi Saleh 23 Topik Utama Permen ESDM Nomor 7 Tahun 2012, yang pemurnian bijih nikel tersebut sesuai dengan menyatakan pelarangan bijih nikel dijual ke luar lampiran Permen Nomor 7 tahun 2012. negeri, hal ini akan menjadikan peluang besar untuk mengolah bijih nikel dalam negeri dengan produk yang sesuai dengan persyaratan di 2. METODA PELAKSANAAN DAN LINGKUP lampiran Permen tersebut. Dengan sumber MATERI BAHASAN daya dan cadangan nikel terutama di Sulawesi, Maluku dan Papua, yang begitu besar serta Kajian teknologi pengolahan dan pemurnian bijih banyaknya KP eksplorasi dan IUP yang bergerak nikel ini dilakukan dengan pengumpulan data dalam penambangan nikel juga sangat melalui studi literatur, survei langsung, menunjang untuk dibangunnya pabrik pertemuan dengan instansi pemerintah terkait, pemrosesan bijih nikel. Hal ini juga ditunjang asosiasi, para pengusaha dan akademis baik oleh banyaknya teknologi pemrosesan yang dalam dan luar negeri, serta masyarakat sudah proven, dengan bermacam macam pertambangan lainnya, dalam bentuk kunjungan Capex dan Opex, menjadi pilihan bagi industri dan focus group discussion (FGD), sedangkan yang akan dikembangkan, dengan lingkup materi bahasan yang dituangkan dalam memperhatikan jenis teknologi yang tergabung makalah ini meliputi kondisi pernikelan saat ini dalam pirometalurgi dan hidrometalurgi dapat baik di dunia maupun di Indonesia, dan teknologi digunakan, yang menyangkut : jumlah cadangan, pengolahan dan pemurnian bijih nikel, analisis jenis bijih, ketersediaan energi dan bahan peningkatan nilai tambah sebagai bahan penunjang, pemasaran, lingkungan, dan lain- masukan

Recently converted files (publicly available):